DGp8us635PkDgBjtWYFyqgXW69I Fadjar Kursus Inggris

Saturday, April 7, 2012

Belajar Bahasa OK, Gigi juga OK

Kolaborasi adalah suatu kerjasama antara dua pihak sehingga menghasilkan suatu kinerja yang bagus.

Antara drg Dian dan my english, terjadi kolaborasi yang sangat bagus, yaitu berupa dukungan dari drg Dian untuk memberikan voucher discount untuk pendaftar baru di my english. Selain itu voucher juga berlaku untuk peserta belajar di my english.

Salah satu kesuksesan bagi seseorang selain kemampuan bahasa Inggris yang baik, salah satunya adalah penampilan gigi yang bagus. Gigi yang bagus akan membuat seseorang percaya diri sehingga tidak merasa minder atau takut mengungkapkan pendapatnya di depan orang.

Bagi seorang pencari kerja baru pasti akan sering menghadapi interview, oleh sebab itu apa jadinya kalau giginya tidak bagus sehingga menjadi kurang percaya diri?

Gigi yang bagus adalah hasil dari perawatan gigi yang baik di masa kecil, sebab bila gigi di masa dewasa sudah rusak maka sulit diperbaiki. Oleh sebab itu tidak ada salahnya para orang tua mulai memperhatikan kesehatan gigi putra-putrinya.

Bagi anda yang ingin putra-putrinya memiliki ketrampilan bahasa yang bagus dan gigi yang sehat, berkesempatan mendapatkan voucher discount perawatan sejumlah Rp. 100.000,00 dan pemasangan behel senilai Rp 500.000,00 saat mendaftarkan putra-putrinya di kursus Bahasa Inggris "my english".

Mari manfaatkan kesempatan ini dengan baik, info "my english" 0815 1321 6789.

Sunday, March 18, 2012

Memori SMA

Suatu sore saat baru saja bongkar-bongkar buku lama, tiba-tiba saya menemunkan sebuah foto saat saya masih di SMA dulu.

Foto itu adalah saat praktek pelajaran PKK. Kami diharus membuat menu sarapan secara beregu. Menu apa yang ditampilkan saat itu memang saya lupa, tapi dari menu minuman nampak jelas kami harus memasukan jus dalam menu minuman.

Melihat wajah teman-teman saat di SMA I Budi Utomo dulu sangat menyenangkan. Kami masih dengan gaya khas ABG dan kelakuan ABG. Beberapa teman memang tidak berubah banyak wajahnya sehingga tidak lupa bila bertemu dimana pun.

Memang lucu mellihat masa lalu.


Fadjar

Jangan Sampai Bus Transjakarta seperti metromini

Hari ini saya pergi menuju tempat aktifitas saya dengan menggunakan busway. Sengaja saya tidak memakai mobil untuk mengetahui kondisi sekitar.

Target pertama saya ialah menuju ke Sarinah. Disana saya akan bertemu dengan teman-teman dari Yayasan Epilepsi Indonesia untuk membahas pelaksanaan acara Purple Day yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Maret minggu depan.

Untuk menuju target pertama saya naik busway dari Cempaka Putih. Untuk naik bis yang pertama tidak diperlukan waktu yang lama, karena hanya lima menit setelah saya membeli tiket bis, lalu bis yang diharapkan datang. Saya pun segera naik. Bis yang saya naiki agak padat.

Saat berada di bis Transjakarta, saya menemukan sesuatu yang baru yaitu adanya pemisahan antara penumpang wanita dan pria. Para wanita ada di bagian depan bis sedangkan penumpang pria ada di bagian belakang bis. Ini adalah hal yang sangat bagus. Memang para wanita rawan mendapat pelecehan saat ada di kendaraan yang padat. Semoga dengan adanya pemisahan tersebut akan menjadikan bis Transjakarta sebagai bis yang sesuai syariat Islam dan terhindar dari bis sebagai tempat maksiat. Semoga dengan demikian bis Transjakarta menjadi bis yang diredloi Alloh, sehingga kecelakaan bisa berkurang.

Setelah beberapa saat di bis, tibalah saya ke tempat yang saya tuju, yaitu Sarinah. Di Sarinah saya berdiskusi dengan teman-teman untuk beberapa saat, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Saat bubar acara di Sarinah, saya ternyata harus membawa beberapa barang yang cukup besar dan berat padahal setelah ini saya masih harus mengisi pelajaran privat di Senopati. Jadilah saya memutar otak sebentar, dan saya temukan jawabannya yaitu titip barang-barang ini di tempat penitipan barang di sebuah Supermarket di Sarinah, nanti saat pulang akan saya ambil kembali. Setelah saya titipkan, saya kembali melanjutkan perjalanan, lumayan tidak perlu menenteng barang sehingga perjalanan menjadi enteng.

Perjalanan menuju ke Senopati sedikit melambat karena antriannya agak panjang. Setelah menunggu hampir 20 menit saya pun bisa naik ke bis berikutnya. Bis Transjakarta yang menuju Blok M ternyata memang lebih ramai sehingga meskipun tadi harus menunggu selama 20 menit namun tetap saja bis padat. Pada dua bis yang saya naiki, masih nampak penumpang disiplin dengan pemisahan area wanita dan pria. Saya cukup bangga dengan kondisi ini.

Dalam perjalanan pulang saya kembali naik bis Transjakarta sebanyak tiga kali, yaitu dari Senayan hingga Sarinah, lalu dari Sarinah hingga Monas, dan dari Monas menuju Cempaka Putih. Bis dari Senayan menuju Sarinah, meskipun padat tapi penumpang masih disiplin. Kemudian dari Sarinah hingga Monas nampak sedikit tidak disiplin, karena ada penumpang laki-laki yang meskipun sudah ditegur kondektur tapi tetap saja membandel menerobos area wanita. Memang seharusnya lebih tegas para kondektur dalam menghadapi penumpang nakal ini.

Dari Monas hingga Cempaka Putih lebih buruk lagi. Selain penumpang penuh, kondektur tidak tegas, sehingga peringatan untuk tidak menerobos area wanita tidak digubris penumpang nakal. Memang saya juga tidak melihat ada peringatan tertulis yang menyatakan adanya pembatasan area, mungkin ini yang membuat para kondektur tidak punya alasan kuat untuk melarang laki-laki masuk area wanita. Mobil yang saya naiki terakhir ini juga parah kondisi fasilitasnya. Selain saya tidak melihat adanya palu kecil yang digunakan bila ada keadaan darurat di bis Transjakarta, saya juga merasakan ACnya mati sehingga bis terasa panas dan membuat saya berkeringat. Hal-hal ini seharusnya bisa menjadi perhatian manajemen bis Transjakarta tersebut.

Pengalaman saya hari ini dengan Transjakarta sangat menarik. Ternyata beberapa tahun Transjakarta beroperasi, tidak banyak kemajuan yang membuat bis ini semakin nyaman. Saya masih ingat bagaimana rasanya naik Transjakarta di saat baru saja beroperasi di awal tahun 2000, sangat nyaman. Semoga pengelola bis ini semakin pandai dalam menjaga kualitas mutu. Jangan sampai Transjakarta yang menjadi tren setter angkutan Jakarta menjadi tidak berbeda dengan bis metromini.

Fadjar

Wednesday, February 1, 2012

Renungan para suami, utk istri

1. Kakek berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak2mu.

۞ *•.¸.•*۞

2. jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jgn bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)

۞ *•.¸.•*۞

3. jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia & kau akan merasa seperti di surga.

۞ *•.¸.•*۞

4. besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

۞ *•.¸.•*۞

5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

۞ *•.¸.•*۞

6. diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yg kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.

۞ *•.¸.•*۞

7. banyak istri yang baik. Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yg baik dan mereka tdk mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali... ‎​(⌣_⌣)



Riana, SMP 119, 87
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, January 31, 2012

Beginilah Seharusnya Hakim...

Cerita ini terjadi di kota New York pd pertengahan 1930-an ketika AS mengalami depresi ekonomi. Saat itu hari amat dingin. Orang2 miskin nyaris kelaparan. Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita yang dituduh mencuri septong roti. Wanita itu berdalih bhw anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya. Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum tuk jadi contoh bagi yang lainnya.

Hakim itu menghela nafasnya. Sebenarnya ia enggan menghakimi wanita ini.

Tetapi ia tidak punya pilihan lain. "Maafkan saya," katanya sambil pandangi wanita itu. "Saya tidak bisa membuat pengecualian. Hukum adalah hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya denda kamu 10 dolar, dan jika kamu tdk mampu membayarnya maka kamu harus masuk penjara 10 hari."

Wanita itu tertunduk, hatinya remuk. Tanpa disadarinya, sang hakim mencopot topinya, mengambil uang 10 dolar dari dompetnya, dan meletakkan uang itu dalam topinya. Ia berkata kpd hadirin.

"Saya juga mendenda masing2 orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50 sen krn tinggal dan hidup di kota ini & membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri tuk menyelamatkan cucunya dari kelaparan. Tuan Bailiff, tolong kumpulkan dendanya dalam topi ini lalu berikan kpd terdakwa."

Akhir cerita, wanita itu meninggalkan ruang sidang sambil mengantongi 47 dolar dan 50 sen, termasuk di dalamnya lima puluh sen yang dibayarkan oleh penjaga toko yg malu krn tlh menuntutnya.

Tepuk tangan meriah dari kumpulan penjahat kecil, polisi New York, dan staf pengadilan yg berada dlm ruangan sidang mengiringi kepergian wanita itu...


Rudi, SMP 119, 87




Powered by Telkomsel BlackBerry®